Penjelasan dan Fungsi WC (Water Closet) – WC adalah singakatan dari Water Closet dan ini adalah peralatan rumah tangga yang kegunaan utamanya adalah sebagai tempat pembuangan kotoran (urin dan feses). Istilah WC juga sering kita kenal dengan WC, bidet, kakus, kakus, dan pekiwan.Dalam bahasa real estat modern, istilah water closet telah menerima definisi baru yang berbeda.

Water Closet yang ada saat ini kebanyakan mengacu pada ruangan kecil tertutup yang berisi toilet. Namun seringkali di tempatkan di dalam kamar mandi yang jauh lebih besar. Area ini juga bisa memiliki wastafel kecil dengan pintu saku geser sebagai mekanisme untuk menghemat ruang. Bahkan, banyak orang yang membawa buku saat ke toilet dan menyulap ruangan menjadi perpustakaan pribadi.
Namun, menurut definisi, toilet yang ada di beberapa negara terlihat seperti lemari kecil di kamar mandi dengan pintu penutup atau pintu saku geser. Akan ada cukup ruang untuk menempatkan Water Closet pada lokasi tersebut. Namun, ada juga beberapa desain toilet yang tidak memiliki pintu sama sekali. Sebaliknya, dinding yang ada di kedua sisi tersebut akan segera menciptakan semacam ruang tertutup.
Di negara Indonesia sendiri, sudah ada persyaratan tentang ruang untuk toilet yang ideal, yaitu lebar kubikasi minimal 90 cm – 120 cm dengan kedalaman antara 150 cm – 200 cm, dan tinggi plafon minimal 220 cm. Selain ada rumah saja, ada juga toilet umum yang sering kita temui di ruang publik seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, dan masih banyak yang lain-lainnya.
Fungsi WC
Daftar isi
- Lebih higienis. WC dapat mencegah penyebaran partikel dan mikroba saat WC disiram.
- WC yang ditempatkan di ruangan tertutup memberikan privasi saat buang air besar.
- Permudah berbagi kamar mandi dengan anggota keluarga agar bisa buang air kecil meski ada orang lain yang sedang mandi tanpa harus mengantri.
- Sebagai penahan bau dan suara saat buang air besar.
Sejarah Toilet di Masa Lampau
Toilet kuno ini sendiri telah ada sejak lama sekali, yaitu selama penggalian kota kuno bernama Mohenjodaro (peradaban lembah Sungai Indus 2500 SM). Parit-parit yang ada di kota Mohenjodaro adalah contoh model WC paling pertama yang ada di dunia. Mereka membuat jamban umum dari tanah liat yang tersambungke selokan berupa parit di kota. Peradaban Romawi kuno yang telah ada sejak 753 SM juga memiliki toilet umum. Hanya saja kloset pada waktu itu belum ada sekatnya.
Orang-orang pada waktu itu menggunakannya bersama-sama. Bentuknya berupa bangku panjang yang bisa melekat pada dinding ruangan dan berlubang pada tengahnya. Saat itu toilet menjadi tempat favorit untuk nongkrong dan orang berbondong-bondong memenuhi kebutuhan masing-masing sambil membicarakan berbagai hal mulai dari kehidupan sehari-hari, hobi, urusan politik, dll.
Jangan pernah kaget saat Anda mengetahui cara mengelapnya, pada saat itu masih tidak ada tisu sehingga mereka menggunakan Tersoria untuk membersihkan diri. Tersoria adalah tongkat kayu dengan spons yang ujungnya bermanfaat sebagai alat untuk mencuci WC umum yang ada pada saat itu. Sedangkan kastil-kastil Eropa pada abad ke-11 memiliki WC yang mereka sebut sebagai Garderobe.
Bentuknya seperti menjorok ke luar yang dibuat pada beberapa lantai benteng. Lalu juga terdapat lubang pembuangan yang diteruskan oleh saluran vertikal ke tanah atau parit. Hanya saja, Garderobe ini akan menjadi masalah ketika musuh menggunakannya sebagai salah satu akses untuk menyelinap ke dalam kastil. Pada tahun 1971 masalah buang air besar menjadi masalah serius di London, Inggris.
Karena padatnya penduduk, ada banyak sekali orang yang tinggal di rumah susun. Mereka buang air besar dan buang air kecil menggunakan pispot, isi pispot kemudian dibuang ke selokan atau karena repot harus naik turun tangga untuk membuang feses, akhirnya mereka membuang isi pispot melalui jendela. Lingkungan yang kotor ini menyebabkan mereka terserang wabah penyakit.
Akhirnya, hadirlah undang-undang yang mengatakan “Barangsiapa membuang kotoran ke luar jendela, harus membayar denda.” Namun, undang-undang ini tetap tidak bisa mengubahnya sehingga menyebabkan wabah dan kolera. Bahkan tahun 1849 wabah ini menewaskan 14.000 orang, kemudian pada tahun 1854 membunuh 10.000 orang dan pada tahun 1866 membunuh 5.000 orang.
Perkembangan WC di Indonesia
Negara kita baru mengenal WC pada abad ke-19. Dulu ada jamban ya, buang air besar di sungai, kolam ikan, atau gali tanah di pekarangan belakang rumah buat warga desa. Pada zaman VOC sebelum abad ke-19 bisa saja tidak ada jamban atau bahkan belum ada sama sekali. Bisa kita lihat pada bekas bangunan VOC abad itu, seperti gedung Museum Sejarah DKI Jakarta di Jalan Fatahillah 1 yang digunakan sebagai kantor pemerintahan, kita bahkan tidak menemukan kamar kecil.
Lalu bagaimana masyarakat kota Batavia buang air saat itu? Jawabannya adalah masyarakat kota Batavia harus memakai ember, buang ke sungai pada malam hari karena peraturan pemerintah Hindia Belanda melarang buang air besar di sungai pada siang hari agar tidak mencemari sungai.
Cara Memasang WC di Rumah
Saat ini, untuk mengisi ruangan ini, Anda bisa memilih WC jongkok dan duduk. Memang WC duduk lebih populer karena lebih higienis dan modern. Bahkan, beberapa WC duduk telah memiliki berbagai fitur canggih. Namun, jika Anda penggemar WC jongkok, tidak ada salahnya untuk menggunakannya. Jika Anda tertarik untuk memasang WC, berikut panduan pemasangannya:
Instalasi Pipa PVC
Langkah paling pertama yang harus Anda lakukan jika ingin memasang WC adalah memasang pipa PVC. Tujuan pemasangan pipa ini adalah sebagai saluran pembuangan. Umumnya ukuran pipa yang pas adalah minimal 4” dengan ujung pipa yang tersambung ke WC jongkok lurus tanpa sambungan.
Tentukan Posisi WC
Anda bisa menentukan posisi WC. Anda harus membuat gambar untuk pemasangan keramik lantai dan dinding.Adi sana Anda bisa menempatkan WC di antara nad keramik yang berbentuk simetris.
Marking dan Positioning
Cara memasang WC di rumah yang selanjutnya adalah membuat marka. Artinya, Anda harus mengukur posisi lemari ruang WC sesuai dengan gambar kerja yang telah terbuat sebelumnya. Pastikan posisi ujung pipa berada pada posisi tengah WC jongkok yang sudah direncanakan dan diukur.
Baca Juga : Jasa Sedot WC Jabon Sidoarjo
Finishing
Terakhir, Anda dapat mencampur beton dan mengukur levelnya sebagai hasil akhir. Untuk membuat WC duduk, buatlah campuran beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir. Jangan lupa membuat pendalaman di ujung pipa jika ingin memasang WC jongkok. Pada posisi cobek yang belum kering, tempatkan WC jongkok pada posisi yang tepat. Ukur kerataan WC jongkok dengan water pass.
Kemudian WC Anda akan terpasang. Jika merasa kesulitan, Anda bisa meminta jasa pemasangan WC atau kontraktor yang sudah berpengalaman dalam pemasangan WC. Itu saja penjelasan dan fungsiWC (Water Closet)yang perlu Anda ketahui pada sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.
